Jaringan & Infrastruktur 29 April 2026 6 min read

Internet of Things (IoT): Peluang dan Risiko Keamanan

Rumah saya punya 15 perangkat yang terhubung ke internet. Lima belas. Smart TV, speaker, kamera CCTV, lampu pintar, thermostat, robot vacuum, dan masih banyak lagi. Dan jujur, baru setelah baca soal keamanan IoT saya sadar bahwa mungkin setengah dari perangkat itu punya keamanan yang lebih buruk dari gembok koper.

IoT: Peluang dan Risiko Keamanan

Perangkat IoT membawa kemudahan tapi juga risiko keamanan yang serius

Internet of Things (IoT) memang bikin hidup lebih nyaman. Lampu nyala otomatis, AC bisa dikontrol lewat HP, CCTV bisa dimonitor dari mana saja. Tapi setiap perangkat yang terhubung ke internet juga berarti satu pintu masuk potensial bagi peretas. Dan kebanyakan perangkat IoT dirancang dengan prioritas fungsi dan harga, bukan keamanan.

Mengapa IoT Rentan?

Masalah keamanan IoT itu multidimensi:

  • Hardware terbatas — Banyak perangkat IoT punya prosesor dan RAM yang sangat kecil, nggak cukup untuk menjalankan software keamanan yang memadai. Lampu pintar yang harganya Rp100 ribu tentu nggak punya chip enkripsi yang canggih.
  • Firmware jarang diupdateUpdate software itu penting, tapi banyak produsen IoT yang nggak pernah mengeluarkan update setelah produk dijual. Artinya, celah yang ditemukan setelah launch bakal tetap terbuka selamanya.
  • Password default — Banyak perangkat IoT dikirim dengan password default yang diketahui publik. Mirai botnet, yang pernah melumpuhkan sebagian internet AS pada 2016, menyebar lewat CCTV dan router dengan password default.
  • Nggak ada interface untuk konfigurasi keamanan — Coba deh, cari pengaturan keamanan di lampu pintar kamu. Kemungkinan besar nggak ada.

Perangkat IoT Smart Home

Perangkat IoT di rumah pintar bisa menjadi titik masuk bagi peretas

Dampak Nyata Serangan IoT

Bukan cuma teori — serangan IoT sudah menyebabkan kerusakan nyata:

  • Mirai Botnet (2016) — Menginfeksi ratusan ribu perangkat IoT dan melancarkan DDoS attack terbesar dalam sejarah. Twitter, Netflix, dan Reddit down selama berjam-jam.
  • Kamera CCTV di-hackAda kasus kamera CCTV baby monitor yang di-hack dan si peretas berbicara lewat kamera ke anak yang sedang tidur. Mengerikan.
  • Smart lock dibobol — Beberapa smart lock terbukti bisa dibuka dalam hitungan detik dengan teknik replay attack.

Cara Mengamankan Perangkat IoT di Rumah

  1. Pisahkan di jaringan yang berbedaGunakan guest network atau VLAN untuk semua perangkat IoT. Kalau satu perangkat terinfeksi, dia nggak bisa menyebar ke laptop atau HP kamu di jaringan utama.
  2. Ganti password default — Saat membeli perangkat IoT baru, hal pertama yang kamu lakukan: ganti password default.
  3. Matikan UPnP di router — UPnP memungkinkan perangkat IoT membuka port secara otomatis, yang bisa dimanfaatkan malware.
  4. Update firmware — Kalau produsen mengeluarkan update, install segera. Kalau nggak pernah ada update, pertimbangkan untuk ganti perangkat.
  5. Nonaktifkan fitur yang nggak dipakai — Remote access, voice control, atau fitur cloud yang nggak kamu butuhkan? Matikan.
  6. Beli dari brand reputable — Perangkat IoT dari brand besar cenderung punya dukungan keamanan yang lebih baik dan lebih lama.
Pertanyaan Sebelum Beli Perangkat IoT

Sebelum beli, cari tau: apakah produsen mengeluarkan update firmware? Apakah ada pengaturan keamanan? Apakah password default bisa diganti? Kalau jawabannya nggak untuk salah satunya, pertimbangkan alternatif yang lebih aman.

Baca juga:

Perangkat IoT di Rumah: Nyaman atau Berbahaya?

Smart speaker, kamera CCTV Wi-Fi, lampu pintar, thermostat otomatis, kunci pintar — perangkat IoT rumahan makin murah dan makin banyak. Di Indonesia, penetrasi perangkat pintar di rumah tangga tumbuh sekitar 25% per tahun. Tapi yang jarang disadari adalah setiap perangkat IoT yang kamu colok ke jaringan rumahmu sebenarnya adalah pintu masuk potensial untuk hacker.

Mengapa? Karena kebanyakan perangkat IoT punya spesifikasi hardware yang terbatas — prosesor kecil, RAM minim, storage hampir gak ada. Ini bikin mereka gak bisa menjalankan software keamanan yang memadai. Banyak perangkat IoT yang bahkan gak bisa di-update firmware-nya! Artinya, kalau ada celah keamanan yang ditemukan setelah perangkat diproduksi, perangkat itu bakal jadi rentan selamanya.

Tips: Sebelum beli perangkat IoT, cek apakah produsennya rutin merilis update firmware. Kalau gak ada track record update, lebih baik cari merek lain. Perangkat yang gak pernah di-update itu bom waktu keamanan.

Botnet Mirai: Kisah Nyata Bahaya IoT

Supaya kamu paham betapa bahayanya IoT yang gak aman, kita harus bahas botnet Mirai. Pada tahun 2016, Mirai menginfeksi ratusan ribu perangkat IoT (kamera CCTV dan router rumahan) menggunakan default username dan password yang gak pernah diganti oleh pemiliknya. Perangkat-perangkat ini kemudian digabung menjadi satu pasukan zombie digital yang meluncurkan serangan DDoS paling besar dalam sejarah saat itu — membuat Twitter, Netflix, dan Reddit offline selama berjam-jam.

Yang bikin ngeri adalah betapa mudahnya Mirai menginfeksi perangkat. Dia cuma mencoba kombinasi username dan password default seperti "admin/admin" atau "root/root". Gak perlu teknik hacking canggih. Cukup pemilik yang malas mengganti password bawaan, dan perangkat mereka jadi bagian dari pasukan botnet. Di Indonesia, kasus serupa terjadi pada tahun 2019 ketika ratusan router TP-Link di Indonesia diambil alih oleh botnet karena firmware yang gak di-update.

Langkah Praktis Mengamankan IoT di Rumah

OK, sekarang kamu mungkin bertanya: "Jadi harus gimana dong, gak usah pakai IoT aja?" Tenang, kamu gak perlu sampai menghindari IoT total. Yang perlu kamu lakukan adalah ambil kendali atas jaringan rumahmu. Langkah pertama, ganti semua default password di setiap perangkat IoT. Ini langkah paling dasar yang bisa mencegah 90% serangan otomatis seperti Mirai.

Langkah kedua, pisahkan perangkat IoT di jaringan yang berbeda. Router modern biasanya punya fitur guest network atau VLAN. Gunakan ini untuk mengisolasi perangkat IoT dari perangkat utamamu (laptop, HP). Jadi kalau kamera CCTVmu ke-hack, hacker gak bisa langsung akses laptopmu yang ada di jaringan utama.

Langkah ketiga, matikan fitur yang gak kamu pakai. Banyak perangkat IoT punya fitur remote access, UPnP, atau cloud connectivity yang nyala by default. Kalau kamu cuma butuh kamera CCTV buat monitoring lokal, matikan akses remote-nya. Setiap port dan service yang terbuka adalah celah potensial.

Langkah keempat, dan ini penting banget, selalu update firmware. Kalau produsen merilis update, install segera. Ini biasanya berisi patch untuk celah keamanan yang baru ditemukan. Kalau perangkatmu udah gak mendapat update dari produsen, pertimbangkan untuk mengganti dengan model yang lebih baru dan masih disupport.

Baca juga: Cara Mengamankan Jaringan Wi-Fi Rumahan — Dasar-dasar mengamankan jaringan rumah yang wajib dikuasai sebelum menambah perangkat IoT.

Standar Keamanan IoT: Ke Mana Arahnya?

Industri IoT sadar bahwa keamanan adalah masalah serius. Pemerintah AS melalui NIST udah merilis standar keamanan IoT (NIST SP 800-183), dan Uni Eropa sedang menggodok regulasi Cyber Resilience Act yang mewajibkan perangkat IoT dijual dengan fitur keamanan minimum. Indonesia juga melalui BSSN udah mulai menyusun pedoman keamanan IoT, meskipun masih bersifat sukarela.

  • Secure Boot ,
  • hardware-based encryption , dan
  • automatic firmware updates . Standar baru seperti
  • Matter (dahulu Project CHIP) yang didukung Apple, Google, dan Amazon juga menjanjikan baseline keamanan yang lebih baik untuk perangkat smart home. Tapi sampai semua ini menjadi standar wajib, tanggung jawab keamanan masih banyak berada di tangan kita sebagai pengguna.

Peringatan: Jangan pernah mengabaikan password default di perangkat IoT. Serangan Mirai membuktikan bahwa botnet bisa meruntuhkan situs-situs besar hanya dengan memanfaatkan perangkat IoT yang password-nya tidak pernah diganti. Ganti password segera setelah membeli perangkat baru.

IoT bikin hidup lebih nyaman, tapi jangan biarkan kenyamanan itu mengorbankan keamanan. Dengan langkah-langkah sederhana seperti memisahkan jaringan dan mengganti password default, kamu sudah mengurangi risiko secara signifikan. Tetap waspada dan pilih perangkat IoT dengan pertimbangan keamanan, bukan cuma harga.

N

NCI Tech

Blog teknologi independen yang menyajikan konten berkualitas seputar keamanan siber, privasi digital, dan teknologi terkini.