Penataran Lokakarya Nasional Pengelolaan dan Penyuntingan Jurnal Ilmiah

PARTISIPASI SEKOLAH TINGGI SANDI NEGARA PADA PENATARAN LOKAKARYA NASIONAL PENGELOLAAN DAN PENYUNTINGAN JURNAL ILMIAH

Pada tanggal 14 – 17 Maret 2012, Sekolah Tinggi Sandi Negara berkesempatan mengikuti Penataran Lokakarya Nasional (Penloknas) Pengelolaan dan Penyuntinganan Jurnal Ilmiah yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang di Klub Bunga Butik Resort, Batu Jawa Timur. Penloknas ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh Tim Pengembang Jurnal dan Berkala (TPJB) Universitas Negeri Malang. STSN mengirimkan tiga orang perwakilan yaitu Jumiati (Redaktur Jurnal Infokripto), Sri Rosdiana (Editor Jurnal Infokripto) dan Prasetyo Adi Wibowo (Desain Grafis Jurnal Infokripto). Peserta Penloknas angkatan ke-32 ini melonjak drastis dari rata-rata 40 orang per angkatan menjadi 111 orang. Jumlah peserta yang melonjak drastis menyebabkan Penloknas harus dilaksanakan dalam dua gelombang yaitu gelombang pertama pada tanggal 13 – 16 Maret 2012 dan gelombang kedua pada tanggal 14 – 17 Maret 2012. Lonjakan peserta penloknas kali ini salah satunya disebabkan adanya SE Ditjen Dikti No. 152/E/T/2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah.

Pemberian materi dalam penloknas dilaksanakan selama 1425 menit untuk delapan materi utama dan satu materi tambahan. Delapan materi utama tersebut adalah Kebijakan Penerbitan dan Akreditasi Jurnal, Isi dan Format Jurnal Ilmiah, Manajemen Jurnal Ilmiah, Manajemen Jurnal Ilmiah, Penelaahan Isi/Substansi Artikel Jurnal, Penyuntingan Format, Bahasa dan Tata Tulis Artikel Jurnal, Penyiapan dan Penyuntingan Naskah Pracetak Jurnal serta Lika-liku Pengelolaan/Penerbitan Jurnal dan Pengusulan ISSN. Sedangkan materi tambahan berupa e-Journal diperkenalkan sebagai alternatif publikasi jurnal. Selain sembilan sesi materi, juga diberikan tiga sesi klinik jurnal untuk menilai jurnal berdasarkan standard akreditasi, konsultasi jurnal dan bagaimana menyiapkan e-journal menggunakan freeware Open Journal System (OJS). Sesi klinik jurnal diberikan juga untuk menampung pertanyaan-pertanyaan yang terkait permasalahan pengelolaan, penerbitan dan penyuntingan jurnal yang tidak terakomodir dalam tanya jawab pada sesi materi. Hal ini juga disebabkan antusias para peserta dalam menggali dan mencari solusi permasalahan terkait penerbitan dan perolehan akreditasi jurnal.

Suatu kesempatan yang luar biasa dapat bertemu dengan pengelola jurnal ilmiah dari berbagai perguruan tinggi dan instansi. Terlebih lagi fasilitator yang dihadirkan dalam penloknas merupakan pakar-pakar yang sudah lama bergelut dalam penerbitan jurnal ilmiah berakreditasi. Salah satu pesan menarik dari fasilitator bahwa pengelolaan jurnal bukan suatu pekerjaan utama dan pastinya akan mengganggu karir para pengelola, oleh karena itu harus dilakukan dengan tujuan penghargaan dan pengabdian atas keilmuan.

Jurnal Infokripto yang merupakan jurnal terbitan STSN berkesempatan dievaluasi dalam klinik dan secara umum sudah baik dalam tampilan luar dan substansi meskipun secara format masih perlu diperbaiki. Jurnal Infokripto memiliki kekhasan sendiri dalam konteks keilmuan. Ini terbukti dari 111 peserta penloknas, tidak ada jurnal yang berkaitan dengan keamanan informasi khususnya persandian. Lebih lanjut, Prof. H. Ali Saukah, M.A. mengatakan Jurnal Infokripto STSN dapat menjadi rujukan atau barometer perkembangan ilmu persandian di Indonesia.

Pada sesi e-journal diperkenalkan freeware opensource OJS yang dapat melakukan pengelolaan jurnal secara elektronik. E-journal menjadi alternatif solusi terkait publikasi hasil karya ilmiah mahasiswa dalam mengantisipasi Surat Edaran Ditjen Dikti No. 152/E/T/2012 tentang Publikasi Karya Ilmiah yang pemberlakuannya mulai Agustus 2012. Di akhir sesi, perwakilan STSN mengingatkan bahwa sebagai aplikasi terbuka, OJS masih perlu didukung oleh pengamanan sistem informasi. Hal ini juga menjadi salah satu tantangan bagi sivitas akademika STSN untuk dapat menciptakan aplikasi-aplikasi pengamanan yang dapat digunakan untuk pengembangan jurnal ilmiah.

Padatnya kegiatan selama empat hari membuat peserta tidak sempat menikmati indahnya kota Batu Malang dan fasilitas hotel yang telah disediakan. Namun demikian kebersamaan antar peserta sangat terasa dan untuk pertama kalinya dibuat forum komunikasi peserta Penloknas Pengelolaan dan Penyuntingan Jurnal Ilmiah di jejaring sosial facebook. Kedepannya diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas Jurnal Infokripto terbitan STSN, sekaligus dapat memperoleh akreditasi nasional maupun internasional. (ADI)