Kuliah Umum Digital Forensic

Dalam rangka peningkatan wawasan mahasiswa STSN, pada hari Jumat, 11 Oktober 2013 telah dilaksanakan kuliah umum dengan materi Digital Forensic, bertempat di Auditorium Kol. Inf. Sumarkidjo, STSN. Kuliah umum ini menghadirkan pembicara tunggal Bapak Muhammad Nuh Al-Azhar, seorang pakar forensik digital yang juga anggota POLRI. Beliau juga aktif sebagai blogger  dengan menuliskan pengalamannya di http://forensiccop.blogspot.com

Kuliah umum diikuti oleh seluruh mahasiswa STSN tingkat 1,2,3, para dosen, dan karyawan STSN. Beberapa hal yang dapat dituliskan terkait dengan materi kuliah umum ini adalah sebagai berikut.

Hasil sebuah riset menunjukkan bahwa pengguna Internet di Indonesia mencapai 55 juta orang, sebuah angka yang fantastis. Dari jumlah tersebut sekitar 51 juta ternyata adalah pengguna facebook. Padahal, ada semacam gurauan yang mengatakan bahwa facebook adalah tempat berkumpulnya para calon korban. Ini menunjukkan sebuah asumsi adanya celah keamanan yang sangat-sangat perlu dan wajib diwaspadai. Norton merilis data bahwa terdapat sekitar 556 juta korban kejahatan dunia maya yang terjadi dalam satu tahun. Angka ini setara dengan 1,5 juta korban per hari atau 18 orang korban per detik.

Terjadinya kejahatan di dunia maya tidak terlepas dari adanya security bug dan motivasi atau niat pelaku. Security bug terdapat pada sistem operasi, aplikasi, perangkat fisik, manusia, dan metode yang digunakan. Adapun motivasi atau niat bisa terjadi dengan alasan politis, ekonomi, balas dendam, pencarian popularitas, dan pembelajaran. Komputer dapat dijadikan alat, target, sekaligus media penyimpanan dalam melakukan kejahatan dunia maya.

Penemuan komputer, selain membawa sisi positif, juga membawa sisi negatif berupa timbulnya kejahatan baik kejahatan yang menggunakan komputer (computer crime) maupun kejahatan dengan bukti digital/elektronik (computer-related crime). Lahirnya forensik digital berkaitan erat dengan adanya dua jenis kejahatan di atas. Forensik digital dimaksudkan untuk membantu dalam pengungkapan tindakan kejahatan dunia maya.

Peran kunci forensik digital dalam pengungkapan kejahatan dunia maya adalah:

  1. Melakukan investigasi kejahatan
  2. Melakukan analisis forensik terhadap bukti-bukti digital/elektronik
  3. Menemukan korelasi/hubungan antara terduga pelaku dengan bukti
  4. Memberikan testimoni pakar di pengadilan.

Selain memaparkan materi, Bapak M. Nuh juga sempat mendemokan bagaimana dengan mudahnya kita bisa melakukan pengiriman e-mail atau sur-el palsu kepada korban. Demo dilakukan dengan menggunakan perangkat smartphone. (amr).