MANGROVE : Kelestarian ekosistem, biota laut, memperkecil abrasi dan peningkatan ekonomi

Rabu (1/4) di Pantai Marunda, Lemsaneg mempelopori instansi pemerintah pusat yang lain untuk ikut melestarikan lingkungan, dengan menanam 6900 pohon mangrove. Acara ini diikuti oleh seluruh karyawan Lemsaneg, Mitra Lemsaneg, perwakilan dari sponsor acara, Perwakilan dari Unit Teknis Persandian (UTP), Dharma Wanita Persatuan Unit Lemsaneg dan Mahasiswa STSN.

Pada kesempatan ini, Lemsaneg menggandeng Yayasan Reformasi Mangrove Indonesia (IMARF) dan disponsori oleh Bank Mandiri, Bank BNI, Bank BTN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Pemprov DKI Jakarta, dalam rangka peringatan HUT Ke-69 Persandian Republik Indonesia yang bertempat di pesisir Pantai Marunda, Jakarta Utara.

Menanam mangrove merupakan salah satu upaya memberikan nafas baru bagi ekosistem dan biota laut pantai marunda untuk dapat menjaga kelestariannya sekaligus dapat menekan abrasi dipantai marunda, ungkap Kepala Lembaga Sandi Negara, Mayjen (TNI) Dr. Djoko Setiadi, M.Si., disela-sela sambutannya saat secara resmi membuka acara tersebut.

Menurut catatan IMARF, Lemsaneg adalah instansi pemerintah pertama dan Donatur dengan peserta penanam mangrove terbanyak di pantai marunda. Dipilihnya Pantai Marunda sebagai tempat menanam mangrove bukan tanpa alasan, karena secara fakta , Pantai Marunda merupakan lokasi yang mengalami abrasi paling kritis, hampir mencapai tiga kilometer persegi.

Selain memperkecil dampak abrasi, mangrove termasuk juga dalam tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Setidaknya, buah mangrove dapat diolah menjadi makanan, seperti tempe, selai, dan syrup, sehingga masyarakat sekitar Pantai Marunda dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan perekonomiannya

Sebelumnya Berikutnya