CISEENG, BOGOR – Sekolah Tinggi Sandi Negara menggelar rapat koordinasi (rakor) penelitian dan pengabdian masyarakat di Ruang rapat Sekolah Tinggi Sandi Negara, Rabu (10/02/2016). Kegiatan ini diharapkan dapat membantu proses lahirnya Rencana Induk Penelitian (RIP) sebagai payung kebijakan penelitian sehingga terfokus dan sesuai dengan dinamika keilmuan dan pekerjaan. Santi Indarjani mengatakan, "RIP harus sesuai dengan ketentuan yang ada, misalnya, mekanisme kerjasama penelitian yang disesuaikan dengan renstra STSN". Jadi, kemungkinan yang paling bisa direalisasikan adalah membuat pedoman penelitian dengan berdasarkan pedoman tahun 2006.

Terkait Mou Bangli – Lemsaneg harus dikoordinasikan antara STSN dan Lemsaneg, apa yang menjadi porsi/dilakukan oleh STSN, imbuh beliau disela-sela pembicaraannya. Jadi, Kepala unit PPM diharapkan melakukan konfirmasi dengan Ketua STSN, apakah penelitian yang telah dilaksanakan pada tahun 2015 akan dilanjutkan atau tidak. “Penelitian tersebut dapat dilanjutkan asal masih relevan dengan penelitian 2016 yaitu Pengamanan Aplikasi dan Basis data” saran wanita yang menyandang gelar S3 ini.

Rakor ini dihadiri oleh Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Kepala Jurusan Bidang Minat, Kepala Unit Laboratorium dan Dosen Pengajar Sekolah Tinggi Sandi Negara. (SBNS)

Sebelumnya Berikutnya