Dengan diterbitkannya Peraturan Presiden RI Nomor 53 Tahun 2017 Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) ditata menjadi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) guna menjamin terselenggaranya kebijakan dan program pemerintah di bidang keamanan siber. Sampai saat ini, Lemsaneg terus berbenah diri dalam berbagai aspek untuk dapat mengemban tugas baru tersebut. Salah satu aspek penting yang harus dipersiapkan adalah aspek Sumber Daya Manusia (SDM). Sumber utama SDM Lemsaneg sejauh ini dipenuhi oleh Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) yang didirikan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2003 tentang Pendirian STSN dan merupakan integrasi dari Akademi Sandi Negara (Aksara).

STSN merupakan perguruan tinggi vokasi program Diploma IV yang mempunyai Jurusan Manajemen Persandian yang menyelenggarakan program studi Diploma IV Manajemen Persandian. Program studi tersebut telah terakreditasi dengan peringkat “B” berdasarkan Surat Keputusan Kepala BAN-PT Nomor 203/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-IV/VII/2014. Sejak pertengahan 2016 secara bersamaan dengan proses perubahan visi dan misi, Prodi melakukan pengembangan kurikulum baru berdasarkan Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan proses penyesuaian nama prodi berdasarkan Permenristekdikti Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penamaan Program Studi pada Perguruan Tinggi. Hasil yang dicapai yaitu terbentuknya Kurikulum baru Prodi yang ditetapkan melalui Keputusan Ketua STSN Nomor 7.1 Tahun 2016 tentang Kurikulum STSN, dan perubahan nama Prodi dari Manajemen Persandian (MP) menjadi Rekayasa Kriptografi (RK) yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 635/KPT/I/2018 tentang Izin Pembukaan Program Studi pada Sekolah Tinggi Sandi Negara di Kabupaten Bogor. Penyusunan visi dan misi diatur dengan pedoman yang dituangkan pada Peraturan Ketua STSN Nomor 15 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Visi dan Misi.

Visi dan misi Program Studi (Prodi) Rekayasa Kriptografi (RK) dikembangkan berdasarkan pengaruh internal dan eksternal dari ruang lingkup institusi/prodi. Pengaruh internal terdiri dari perubahan Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2017-2025 dan Rencana strategis (renstra) institusi 2015-2019. Di sisi lain pengaruh eksternal terdiri dari tranformasi Lembaga Sandi Negara menjadi Badan Siber dan Sandi Negara yang tertuang pada Rencana Strategis Lemsaneg 2015-2019 dan Renstra 2018-2019 serta RPJMN yang berdampak pada kebutuhan profil lulusan prodi. Selain itu, terdapat pengaruh ekstenal lain berupa aturan dan kebijakan Kementerian Ristekdikti yang mendorong Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga untuk berubah bentuk menjadi Politeknik, dan pengaturan nomenklatur program studi dalam lingkup nasional. Pada tahap perumusan terdapat serangkaian rapat penyusunan baik tim internal penyusun maupun tim eksternal. Rapat penyusunan dengan ekternal diformatkan dalam Focus Group Discussion yang melibatkan perwakilan dosen, pimpinan jurusan, perwakilan alumni, pakar dan instansi Pembina (Lemsaneg/BSSN). Selain itu, penyusunan visi dan misi Prodi dilakukan dengan melibatkan tim internal, dosen, mahasiswa, alumni, masyarakat dalam hal ini instansi Pembina, pakar dan Senat Akademik.

Visi program studi
“Menjadi program studi di bidang rekayasa kriptografi yang berkualitas dan menghasilkan aparatur persandian negara yang unggul, serta berkontribusi dalam keamanan nasional pada 2025”

Misi program studi

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang teknologi rekayasa kriptografi secara efektif dan efisien serta mandiri;
  2. Menyiapkan aparatur persandian bermental kepribadian tangguh, bermoral tinggi, dan berkompetensi dalam bidang teknologi rekayasa kriptografi;
  3. Melaksanakan penelitian penerapan dan pengembangan ilmu serta teknologi di bidang teknologi rekayasa kriptografi;
  4. Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu dan teknologi rekayasa kriptografi.

Tujuan program studi

  1. Menghasilkan aparatur di bidang teknologi rekayasa kriptografi yang bermental kepribadian tangguh, bermoral tinggi, dan berkompetensi dalam bidang persandian;
  2. Menghasilkan penelitian di bidang teknologi rekayasa kriptografi yang bermanfaat bagimasyarakat;
  3. Meningkatkan kesadaran keamanan informasi masyarakat khususnya instansi pemerintah.

Sebelumnya Berikutnya